UUD Modifikasi Denda 24 Juta, Bagaimana Untuk Teman Difabel kita ? Atau biker yang sudah Di custome motornya , coba cara ini

Memang beberapa hari belakangan ini kita agak di kaget kan tentang uud larangan modifikasi yang denda nya sampai 24 juta .. yang bisa menurunkan gairah modifikasi para biker , namun nih sob .. ada pertanyan yang lebih penting lagi .. bagaimana cara mendaftarkan kendaraan motor yang sudah di modifikasi .. ? Terus bagai mana nasib motor teman – teman difabel yang sudah di modifikasi ?..


ADVERTISEMENT
image

Bagaimana jika motor yang di modifikasi  untuk teman – teman difabel kita yang sudah memodifikasi kendaraan nya sedemikian rupa sehinggga merubah tipe Kendaraan menjadi roda 3 ? .. Nah kan pemerintah sudah mengeluarkan SIM D khusus bagi pengguna sepeda motor difabel… gimana tuh ..? Apakah kendaraan nya harus melakukan uji ulang tipe terlebih dahulu .. ?Terus Bagaimana cara melakukan uji tipe agar terbit STNK baru dari samsat ? Sebentar saya berikan kutipan aturan modifikasi .
Adapun mengenai modifikasi menurut Kententuan Pasal 1 angka 12 PP No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan (“PP No. 55/2012”), menjelaskan bahwa Modifikasi Kendaraan Bermotor adalah perubahan terhadap spesifikasi teknis dimensi, mesin, dan/atau kemampuan daya angkut Kendaraan Bermotor.
Setiap kendaraan bermotor yang dimodifikasi yang menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut akan dilakukan penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU No. 22/2009”) juncto Pasal 123 ayat (1) huruf b juncto Pasal 131 huruf (e) PP No. 55/2012. Adapun penelitian tersebut meliputi aspek:
1.    rancangan teknis;
2.    susunan;
3.    ukuran;
4.    material;
5.    kaca, pintu, engsel, dan bumper;
6.    sistem lampu dan alat pemantul cahaya; dan
7.    tempat pemasangan tanda nomor Kendaraan Bermotor.
Selain dari pada itu, merujuk pada Pasal 50 ayat (1) UU No. 22/2009 mensyaratkan bahwa setiap kendaraan yang dilakukan modifikasi dengan mengakibatkan perubahan tipe maka diwajibkan untuk dilakukan Uji Tipe. Uji Tipe dimaksud terdiri atas:
1.    pengujian fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan yang dilakukan terhadap landasan Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Bermotor dalam keadaan lengkap; dan
2.    penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor yang dilakukan terhadap rumah-rumah, bak muatan, kereta gandengan, kereta tempelan, dan Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi tipenya.
Adapun Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang. Selain itu, dalam hal telah dilakukan uji tipe ulang kendaraan bermotor tersebut wajib untuk dilakukan registrasi dan identifikasi ulang, hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 50 ayat (3) dan ayat (4) UU No. 22/2009.
Dari pasal tersebut sudah dijelaskan motor yang sudah berubah tipe harus melakukan pengujian ulang , namun bagaimana cara melakukan uji tipe tersebut ..  Bagaimana untuk teman – teman difabel kita melakukan cara pendaftaran kendaraan nya agar lulus uji tipe ..berikut kutipan tulisan  dari blog nya mas HARIYANTO IMADHA
Di dalam UU Lalu Lintas  No.22 Tahun 2009 disebutkan di bebeerapa pasal bahwa, orang cacat boleh menaiki atau mengendarai motor dengan catatan motornya harus dimodifikasi. Tentu maksudnya diubah dari dua roda menjadi tiga. Dengan syarat, harus sesuai dengan persyaratan teknis, aman dan nyaman… sambungan las – lasan tidak asal – asalan dan ini demi kepentingan keselamat sendiri kan sob.. maklum jalanan di indonesia model nya beragam .. 1
Syarat pengajuan memodifikasi ke samsat
Untuk memodifikasi motor dari dua roda menjadi tiga roda harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1.Modifikasi dilakukan bengkel resmi    apa yang di maksud bengkel resmi (punya NPWP,SIUP,TDP,)
Sesudah selesai dimodifikasi, bengkel harus mengeluarkan Surat Bengkel yang berisi keterangan tentang motor yang dimodifikasi (merek,tipe,cc,nama pemilik,nomor polisi,dll).
2.Berdasarkan Surat Bengkel disertai lampiran berupa fotokopi NPWP,dll, melapor ke Kantor Samsat untuk perubahan STNK dari STNK dua roda menjadi STNK tiga roda dan membayar pajak untuk motor roda tiga (lebih mahal daripada motor roda dua). Biaya STNK tiga roda dan pajak sekitar Rp 500.000
3.Berdasarkan STNK tiga roda, ke Polda untuk mengganti BPKP dua roda menjadi BPKP tiga roda. Biaya sekitar Rp 500.000
4.Berdasarkan STNK dan BPKP tiga roda, ke kantor Dirjen Perhubungan Darat untuk uji petik (sambil membawa motor yang bersangkutan). Jika hasil evaluasinya motor tersebut memenuhi persyaratan teknis, nyaman dan aman serta layak jalan, maka akan mendapat Surat Rekomendasi Layak Jalan. Biaya sekitar Rp 500.000
image 

Nah jika kita simpulkan dari tulisan di atas  mungkin cara registrasi tersebut  tidak hanya berlaku memodifikasi  untuk  teman – teman difabel saja , bisa juga cara tersebut untuk biker yang sudah memodifikasi motor nya menjadi costume bike jika modifikasi teman – teman biker merubah atau menambahkan jarak sumbu roda dan perubahan kontruksi rangka .. ! Juga bisa melakukan pendaftaran uji tipe dengan cara di atas …
Silahkan di emut – emut artikelnya sob.. mohon maaf jika ada kesalahan dalam menulis , silahkan di koreksi jika ada yang salah … salam modifikasi . !

SUMO, Komunitas Pengguna NMAX Surakarta


SUMO, Komunitas Pengguna NMAX Surakarta




Jumat malam 27 November 2015, giliran Surakarta Max Owner (SUMO) dideklarasikan keberadaannya di Cafe Tiga Tjeret, Jl Ronggo Warsito No 97 Surakarta.

Ikut menghadiri deklarasi ini wakil-wakil dari Indonesia Max Owner (IMO), Jakarta Max Owner (JMO), Surabaya Max Owner, Kudus Max Owner, Jepara Max Owner, Bandung Max Community.

SUMO berada di bawah naungan Indonesia Max Owner (IMO) dan Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI).

Ketua Umum SUMO terpilih Christophorus Conny W. Jumlah anggota SUMO 103 orang rata-rata profesinya pengusaha, yang berkumpul dari beberapa wilayah di Karesidenan Surakarta seperti Wonogiri, Klaten, Sragen.

"Anak-anak pecinta NMAX di sini ingin ada wadah, jadi kami resmi mendirikan SUMO. Sudah dibentuk sejak Juli 2015. Dari kumpul-kumpul itu anggotanya makin banyak dan banyak kegiatan yang sudah kami lakukan seperti turing dan baksos," ujar Hendra Setiawan, Sekjen SUMO.

Anggota-anggota SUMO memang suka turing jadi kemana-mana sudah paham. Bromo, Bali, Ngubaran Gunung Kidul beberapa tempat yang sudah dituju turing SUMO.

Saat Jambore Nasional YRFI ke-3 di Pangandaran awal November lalu, 15 orang anggota SUMO riding dari Surakarta ke Pangandaran.

 "NMAX untuk turing enak, nyaman dikendarai, sesuai postur tubuh Indonesia. Bagasi gede, saat cornering enak. Power besar, bensin irit," ucap Hendra mengenai kelebihan NMAX.

Motor Sport Dominasi Ekspor Motor Indonesia, Yamaha Terbanyak


Sepanjang Januari hingga Juli lalu, sejumlah pabrikan motor yang beroperasi di Indonesia telah mengekspor 99.882 unit sepeda motor ke sejumlah negara atau naik 427,14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 18.948 unit. Menariknya, jumlah ekspor itu didominasi motor sport.

“Iya, sebagian besar motor sport. Ya, barangkali di negara-negara tujuan ekspor itu, motor sport menjadi model yang paling digemari,” tutur Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi detikOto, di Jakarta.

Negara tujuan ekspor motor tersebut berada di benua Amerika, Eropa, dan Asia. Menurut data AISI, daritotal jumlah ekspor, 55.668 unit atau 55,73 persen merupakan motor sport. Varian skuter sebanyak 33.754 unit dan bebek sebanyak 10.460 unit.

Adapun merek yang paling mengekspor adalah Yamaha, yakni sebanyak 65.259 unit atau sekitar 65,34 persen. Berada di urutan kedua, Suzuki, dengan jumlah ekspor 13.440 unit.

Berada di urutan ketiga, merek asal India, TVS, yang mengekspor sebanyak 7.955 unit, dan disusul Honda dengan volume 7.537 unit. Adapun Kawasaki tercatat mengkespor sebanyak 5.691 unit.

Sementara itu, Asisten General Manager Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan pihaknya mematok target ekspor 100.000 unit pada tahun ini.

"Sampai Juli kemarin, ekspor Yamaha telah mencapai 65.259 unit," ujarnya.

Adapun model yang diekspor, kata Masykur, adalah Yamaha Vixion, Yamaha MX King, dan Yamaha R15 ke negara-negara kawasan ASEAN. Sedangkan Yamaha MT25, Yamaha R25, dan Yamaha NMAX diekspor ke sejumlah negara di Amerika dan Eropa.

Honda CB150R StreetFire

Honda CB150R StreetFire ditunjukkan pertama kali pada ajang Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2012 tanggal 31 Oktober 2012.
Motor ini  menggunakan mesin berbasis CBR150 dengan 150CC, 6 speed, 4 stroke, DOHC, liquid cooled dan dilengkapi dengan teknologi PGM-FI. Berbagai teknologi ini membuat Honda CB150R menjadi mesin paling superior di kelasnya.


CB150R dikembangkan dengan konsep motor naked terdepan di kelasnya. Kami mengembangkan motor ini dengan karakter di semua medan dari low speed sampai high speed – Kenji Kawai, R&d Project Leader CB150R StreetFire dari Honda R&D Co., Ltd Motorcycle R&D Center
Dengan teknologi yang amat superior ini, Honda CB150R StreetFire dapat mencapai kecepatan maksimum 125 km/jam serta akselerasi 10,5 detik untuk menempuh jarak 0-200 meter.
Untuk memenuhi keinginan pengguna motor sport yang senang memodifikasi kendaraannya, Honda CB150R StreetFire ini menggunakan new innovative Truss Frame dan sudah didesain untuk mudah dimodifikasi. Rangka Honda CB150R ini juga didesain untuk mengurangi getaran mesin secara optimal, sehingga menghasilkan kestabilan, kelincahan dan kenyamanan selama berkendara.
Fitur Honda CB150R StreetFire Terbaru:
  • Desain agresif.
  • Penggunaan lampu LED pada seluruh sistem pencahayaan memberikan tampilan lebih futuristik, intensitas cahaya lebih terang, daya tahan lebih lama dan lebih hemat energi.
  • Panel indikator digital yang futuristik dan fungsional menampilkan informasi lengkap seperti kecepatan, putaran mesin, jam digital dan trip meter.
  • Akselerasi lebih agresif mencapai 10,5 detik (0-200m).
  • Mampu dipacu hingga 125 km/jam dengan tetap menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang efisien.
  • Mesin generasi terbaru 150cc, DOHC 4 katup, 6 kecepatan, berpendingin cairan (liquid-cooled) dengan teknologi injeksi PGM-FI.
  • Rangka Trelis yang memberi keseimbangan tinggi antara kekuatan dan kelenturan.
  • Kapasitas tanki bensin 12 liter.
  • Penggunaan ban yang lebih besar untuk memberikan rasa aman pada saat menikung maupun pada kecepatan tinggi.
  • Rem cakram depan dan belakang.
  • Ban tubeless.
  • Suspensi belakang dengan sistem Pro-Link (fitur ini digunakan juga oleh motor Honda CBR 250R dimana dengan fitur ini tempat duduk terasa lebih lembut, stabil dan nyaman karena suspensi mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi jalan).
  • Teknologi Secure Key Shutter.
  • Bank Angle Sensor – sensor rebah yang melindungi pengendara pada saat terjatuh (mesin akan mati secara otomatis ketika sepeda motor berada pada sudut kemiringan 60° atau lebih.
Honda CB150R StreetFire terbaru ini memiliki konsumsi BBM 37.87 km/l (EURO 3) dan 40.58 km/l (EURO 2). Hasil pengetesan berbeda mengikuti regulasi EURO 2 dan EURO 3.
Desain, fitur dan teknologi Honda CB150R Streetfire menjadikannya sebagai motor sport dengan value dan fitur paling valuable di Indonesia.

Pilihan Warna Honda CB150R StreetFire

Honda CB150R StreetFire hadir dalam 3 pilihan warna:
  • Quantum Red
  • Macho Black
  • Rapid White

Spesifikasi Motor Honda CB150R

DIMENSI
Dimensi (P x L x T) 2.019 x 719 x 1.039 mm
Jarak sumbu Roda 1.293 mm
Jarak terendah ke tanah 169 mm
Ketinggian tempat duduk 797 mm
Berat kosong 136 kg
RANGKA
Rangka Diamond (Truss) Frame
Suspensi depan Teleskopik
Suspensi belakang Lengan ayun dengan suspensi tunggal (Sistem Suspensi Prolink)
Ukuran Ban depan 100/80 – 17 52P (Tubeless)
Ukuran Ban Belakang 130/70 – 17 62P (Tubeless)
Rem depan Cakram Hidrolik
Rem belakang Cakram Hidrolik
MESIN
Tipe mesin 4 Langkah, DOHC, 4 Katup
Tipe transmisi Manual, 6 Kecepatan
Pola pengoperan gigi 1-N-2-3-4-5-6
Sistem pendingin mesin Liquid Cooled with Auto fan
Diameter x langkah 57.3x 57.8 mm
Kapasitas Mesin 149.26 cc
Perbandingan kompresi 11.3 : 1
Daya maksimum 12,4 kW (16.9 PS) / 9.000 rpm
Torsi maksimum 13.8 Nm (1.41 kgf.m) / 7.000 rpm
Kopling Multiple Wet Clutch Coil Spring
Sistem pelumasan Wet
Starter Pedal & Elektrik
KAPASITAS
Kapasitas tangki bahan bakar 12 liter
Sistem suplai bahan bakar Injeksi (PGM-FI)
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin 1.1
KELISTRIKAN
Tipe Baterai MF Wet 12V 5Ah
Sistem pengapian Full transisterized
Tipe Busi NGK MR9C-9N atau ND U27EPR-N9